Jurus Mabuk "Gaya Serampangan"

CORONA VIRUS mahluk nanometer yang mata telanjang tak sanggup melihatnya, distorsi hubungan sosial disebabkan corona virus dalam sekejap mata menunjukkan eksistensi, mengubah jalannya sosial dan politik sebuah negara, menariknya banyak pertentangan terjadi, hoax yang massif hingga rawan terjadi konflik dimana mana. Indonesia adalah negara yang maju katanya, pertumbuhan Indonesia begitu dipuji oleh asing dibawah pimpinan Presiden Jokowi dodo, terletak digaris khatulistiwa ini terkena impact covid 19 yang mengharuskan melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) , lantas dilakukannya pembatasan sosial berskala besar ini sangat berdampak pada setiap sektor penghidupan negara dan citizen, nasib malang menimpa sudah jatuh tertimpa tangga, ekonomi yang sudah konjungtor malah tambah anjlok akibat si corona virus, itu semua tak lepas dari sebuah kepemimpinan yang hebat bukan?

Tak ayal jikalau gerakan sosial politik terjadi nantinya sebab hal yang fundamental pada penghidupan hilang bukan tanpa sebab, pemberlakuan PSBB kemudian larangan mudik daerah PSBB adalah sebuah kebijakan yang logis dimasa pandemik ini melanda tetapi tidak demikian dengan pemikiran pekerja yang pendapatannya harian, tentu pemerintah dalam hal ini bertanggung jawab atas kebijakan PSBB ini, dengan memutuskan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat desa selama pandemik covid 19, Anggarannya diambil dari alokasi dana desa di masing-masing wilayah, dengan peruntukan setiap satu kartu keluarga (KK) mendapat 600.000, Tapi ada paranoia menerima bantuan dalam lingkup Kepala Desa se Sukabumi, sebab demikian itu kades-kades meminta menunda bantuan, persoalannya apa? ternyata ada tumpang tindih data, ketidak validasian serta tidak  menyeluruhnya bantuan yang akan diberikan ini yang membuat paranoia jangan sampai menimbulkan konflik lagi, tetapi lucu pada saat pembagian BLT ada kerumunan massa yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Ada ketidak jelasan bahkan Bupati Boltim Sulut sampai marah, mengatakan goblok ini menteri menteri sebab BLT dibuat ribet, ada indikasi jika yang dibawah sudah berani terang-terangan apalagi sampai mengatakan menteri-menteri goblok berarti kabinet tidak beres.

Sempat pula jadi perbincangan pertanyaan dari Najwa bedanya mudik sama pulang kampung apa pak Jokowi?, tapi yang menjadi polemik itu bisa bisanya kemenhub buat aturan pesawat komersial bisa dipakai untuk urusan pebisnis pada masa PSBB, sementara kaum menengah-miskin kebawah dihadapkan dengan aturan yang membuat ketimpangan sosial makin nampak, ada inkonsistensi kebijakan pada kabinet ini, selain itu pemerintah menolak membuka kerang informasi persoalan lokasi penyebaran covid 19 terhadap citizen, ini jelas pemerintah telah melanggar Undang-Undang (UU) No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan – tepatnya Pasal 154.
pemerintah pusat juga cenderung membatasi ruang gerak pemerintah daerah dalam menangani covid 19. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak dianjurkan untuk berbicara mengenai penyakit ini karena informasi penanganannya dianggap terpusat di Kemenkes. Menteri-menteri Jokowi pada waktu-waktu  masih menganggap serampangan tidak ada ethic of care terhadap citizen. 

Komentar

  1. Dari Tulisan ini sudah jelas ada ketidakrataan kalangan atas dan rakyat miskin dalam peraturan yang dibuat oleh pemerintah selain itu kurangnya kejujuran dan keadilan untuk rakyak yg mendapat Blt.lantas apa yang harus kita lakukan untuk menyama ratakan segala masalah tersebut?Kita tidak bisa berbuat banyak karena kekuasaan tertinggi dipegang oleh pemerintah dan jajarannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika berdasar hemat saya kurang cekatannya pemerintah menangani persoalan covid ini, disini DPR yang sebenarnya harus menyampaikan aspirasi terhadap keluhan masyarakat, tapi mungkin saja DPR sedang terkena corona

      Hapus
  2. Tapi kenapa nyatanya uang 600 ribu itu tidak di bagi rata di desa-dasa sedangkan semua orang di suruh tinggal di rumah dan tidak ada penghasilan seharusnya semua masyarakat desa mendapatkan uang tersebu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mekanisme pemberian BLT ini ditujukan hanya untuk masyarakat miskin dizona merah dan tidak boleh menerima bantuan sosial pemerintah selain BLT ini katanya kemendes

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Tapi Sekarang ini tidak ada orang miskin dan kaya malahan meningkatkanya orang miskin karna banyak pekerja yang di rumahkan dan bila ingin mencari pekerjaan lain tidak bisa karna akses jalan di tutup atau psbb

      Hapus
  3. Tulisan ini menjadi Kritik yang tegas untuk pemerintah mengenai penanganan covid-19. disaat yang normal saja kemiskinan masih menghantui indonesia, ditambah dengan adanya pendemi ini. apresiasi untuk bantuan BLT namun, jangan ada lagi orang berkuasa yang memiliki wewenang mendahulukan keserakahnnya diatas kemanuasiaan. Pemerintah seharusnya fokus membuat kebijakan untuk memerangi virus ini. bukan sibuk membuat lelucon yang menggelitik semntra banyak perut yang kelaparan. jangan mengambil celah dan kesempatan untuk memainkan kekuasaan ditengah kondisi seperti ini hanya untuk kepentingan diri sendiri bagaimanapun mereka sebagai pemerintah bertanggung jawab atas sumpahnya sebagai pelayan masyarakat. namun sejauh ini kebijakan yang dibuat pemerintah masih patut kita apresiasi untuk mencegah luasnya penyebaran corona, walaupun masih ada dari mereka yang memanfaatkan kondisi ini untuk menyalahgunakan wewenangnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Tapi ngapain beri apresiasi toh mereka diberi jabatan sama masyarakat plus gaji

      Hapus
  4. saya membca mngenai persoalan pesawat komersial bisa digunakan untuk pebisnis saya kira hal ini meyangkut agar tetap stabilnya atau membantu ke stabilan perekonomian itu menurut saya sesuai bacaan yg disajikan. namun, yang menjadi sedikit prtnyaan di benak saya aturan apa yang justru menjadikan kaum menengah ke bawah sebagai korban ketimpangan sosial?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa demikian sebab pembuatan aturan yg praktis dan tidak ada pembeda pasti masyarakat yang akan melakukan perjalanan bisnis dan tidak, PSBB menunjukkan kesenjangan sosial antara sikaya dan miskin, tidak menjadi korban tetapi memperlihatkan dengan jelas yg mana kaya dan yg mana miskin

      Hapus
  5. terkait adanya dana bantuan BLT yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat yang kurang mampu yang terdampak pandemi virus corona atau covid19 ini apakah penyaluran BLT ini sudah diterima orang yang tepat? ataukah dana BLT ini sudah dibagikan kepada masyarakat seperti yang dialami daerah tempat saya tinngal dana BLT sama sekali belum tersalurkan di masyarakat jangankan memberikan bantuan mendata orangberhak menerima dana BLT juga sama sekali belum dilakukan pertanyaan saya disini bagaimana pendapat penulis terkait dana BLT yang belum di salurkan apakah disini salah pemerintah atau kurangnya pengawasan terhadap pendanaan sehingga belum sampai kepada mereka yang berhak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mekanisme pemberian BLT ini ditujukan hanya untuk masyarakat miskin dizona merah dan tidak boleh menerima bantuan sosial pemerintah selain BLT ini katanya kemendes

      Hapus
  6. Dalam tulisan ini sudah di jelaskan mengenai BLT. Dan BLT itu sendiri di peruntukkan untuk masyarakat yang kurang mampu, jadi bagai yang warga yang mengalami PHK sedangkan dilihat dari keuagan juga kurang mampu apakah masi bisa menerima BLT?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Liuer kalo saya ditanya tentang ini, jadi citizen yang terkena PHK akan mendapat BLT melalui kartu pra kerja yang diubah menjadi semi bantuan sosial.

      Hapus
  7. hal fundamental yang dimaksud seperti apa?

    BalasHapus
  8. Penyebaran virus Corona di Indonesia terlihat semakin masif, Setiap hari, berita di televisi maupun portal media di internet mengabarkan tentang jumlah kasus pasien positif virus Corona (Covid-19) yang terus bertambah, bahkan bisa mencapai 300 lebih kasus baru dalam sehari. Belum lagi berita hoaks tentang pandemi dan segala cocokloginya. Karena jumlah pasien yang semakin membludak, tentunya membuat masyarakat Indonesia semakin khawatir. Apalagi, dengan adanya kebijakan social distancing, ruang gerak jadi terbatas. Pemerintah Sendiri dalam melindungi seluruh masyarakat Indonesia telah menerapkan berbagai cara dan siasat untuk mengatasi pandemi Covid 19 ini. Namun masyarakat terutama saya sendiri menilai langkah pemerintah (pempust) dalam merespon pandemi covid 19 ini masih terbilang lambat, jika dibandingkan dengan pemerintah daerah, bisa kita lihat pemerintah pusat selalu ketinggalan dari jurus yang diterapkan pemerintah daerah, seperti misalnya Gubernur jakarta Anis Baswedan yang lebih cepat tanggap melakukan pencegahan dini terhadap viris korona.
    Hal lain yang terlihat juga dari beberapa kebijakan pemerintah yang acal kali beruba-ubah. Dari sejumlah kebijakan yang ditetapkan ada beberapa yg dalam penerapannya kontroversial dan cukup mengundang perhatian citizen seperti pada pembuatan situs dan hotline informasi, penetapan tanggap darurat, usulan karantina wilayah, hingga pembatasan transportasi publik dan pribadi di jalan tol dan jalan arteri nasional.
    Sehingga tak salah apabila wakil ketum partai Gerindra Fadli Zon mengatakan kalau pemerintah pusat dalam menangani pandemi covid 19 tidak memiliki Grand Strategy yang matang dalam perapannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali sebuah pemerintah hanya suka mengendalikan narasi agar kekuasaannya aman aman saja tapi sekarang "aktor non manusia ini melakukan revolusi".

      Hapus
  9. Melihat kondisi dan situasi sekarang ini tentunya semakin mencekam dengan adanya virus covid 19 belum karna adanya dampak dampak yang diterima oleh masyarakat,seperti halnya sosial distancing yang menyuruh masyarakat dirumah saja.Dan baru baru ini telah di keluarkan aturan baru seperti pemberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar).ini tentu sangat berdampak kepada masyarakat apa lgi masyarakat miskin karna kehilangan pekerjaannya atas sosial distancing dan PSBB ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang terkena dampak dari kebijakan pemerintah sebagian tetap diberi sebuah kompensasi, tapi hanya untuk sementara dan masih harus menunggu

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjuangan Pancasila bersatu dengan Islam